Hallo, saya kembali lagi di hadapan kalian, suasananya masih bulan ramadhan nih.. sudah malam begini masih menyempatkan diri saja di depan kompi.
Saya mau share with no one else... eh, kenapa nyanyi? *tepok jidat*. Mau share pengalaman saya setelah lulus sekolah.. yang katanya mau kuliah lah, kerja lah, kuliah sampil kerja lah, tapi tidak dilaksanakan dengan separuh hati sepenuh hati.. ckckck
Ceritanya begini, saya lulusan 2015, pada saat itu ujian nasional dilaksanakan pada awal maret kalau tidak salah. Sebelum hari H ujian nasional pasti ada pendahulu-pendahulunya kan, ada BimBel, Try out, LUN, dan UAS.
Nah.. pada saat-saat itulah sudah mulai ramai pembukaan mahasiswa baru, yang lain sudah pada sibuk mengumpulkan berkas-berkas ke sekolah untuk di daftarkan kuliah jalur SNMPTN, saya dkk hanya mengabaikan hal tersebut, kami sibuk bermain dan bersantai-santai.
Seminggu berlalu, masih saja mereka sibuk, ada yang kurang fc raport, sktm, dll. Karena ada rasa penasaran di benak, akhirnya saya mencoba meninggalkan kawan-kawan saya sebentar dan menuju ke teman saya yang sedang sibuk itu. Saya pun bergabung dengan obrolan mereka yang serius itu.
Karena saya memiliki sifat pemikir dan perenung, setelah mendengar obrolan mereka di sekolah tadi, sepanjang jalan pulang ke rumah, saya teruuus saja memikirkan obrolan mereka, sampai akhirnya saya mulai tertarik dengan pendaftaran-pendaftaran seperti itu.
Dan pada akhirnya saya juga mengikuti pendaftaran tersebut dan merasakan kesibukan seperti mereka, saya mulai membuka-buka situs snmptn, mulai sibuk ke fotokopian, sibuk bolak balik untuk memberikan nilai raport, karena waktu pendaftaran dan verifikasi nilai sudah hampir habis, tapi pihak sekolah selalu sibuk, dan saya pun siap menunggu waktu luangnya meskipun jam sekolah saya sudah habis dari satu jam lalu.
Setelah nilai-nilai saya sudah terdaftar dan saya pun sudah melihatnya sendiri, saya mulai lega dan siap-siap menunggu hasil pengumuman. Dengan mengetahui cara pendaftaran dan berkas-berkasnya, saya pun mengajak semua kawan-kawan saya untuk ikut mendaftar, dan alhasil hanya beberapa yang berminat,. ya sudah lah ya.. saya terus membantu kawan-kawan saya yang berminat itu, sampai dia terdaftar sebagai peserta like me.
Minggu berganti minggu, saatnya saya melihat hasil pengumuman SNMPTN, karena jalur ini hanya membutuhkan prestasi dan nilai raport di sekolah. Oleh karena itu, tidak ada tes yang terkait tentang jalur ini. Laptop siap dihidupkan, modem dibuka dari tutupnya, deg..deg..deg hati dan emosi siap-siap dikontrol. lalu saya mulai membuka situs snmptn.co.id.
Dengan hati yang terus berdebar tidak karuan, saya mengisikan kolom-kolom sesuai perintah snmptn, setelah selesai, lalu tinggal tekan enter,, jeng..jeng tampil kolom berwarna merah dengan tulisan Maaf....,
Badan saya serasa lemas, dan itupun cuma terjadi hanya beberapa menit. lalu saya langsung menyadarkan diri saya, bahwa nilai raport saya tidak sebagus yang snmptn butuhkan. oke, setelah itu, saya melakukan aktifitas seperti biasanya. Toh nanti juga kedepannya masih ada jalur-jalur yang lain pikir saya.
Oke guys, hanya sampai situ kisah saya mengikuti jalur kuliah part I, untuk mengetahui cerita saya di jalur-jalur berikutnya, ikuti terus ya cerita selanjutnya...
Jangan lupa, tuangkan kritik dan saran kalian di komentar ya.. kalau memang blog saya kurang..
See you next time....
No comments:
Post a Comment